Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Webpedia

Panduan Teknologi, Website, SEO & Digital

Webpedia

Panduan Teknologi, Website, SEO & Digital

  • Pusat Informasi Teknologi dan Dunia Digital
  • Perkembangan Aplikasi
  • Aplikasi
  • SEO
  • Teknologi Digital
  • Perkembangan Website
  • Digitalisasi
  • Pusat Informasi Teknologi dan Dunia Digital
  • Perkembangan Aplikasi
  • Aplikasi
  • SEO
  • Teknologi Digital
  • Perkembangan Website
  • Digitalisasi
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Mulai Konsultasi >>
digitalisasi privasi
Teknologi Digital

Privasi Digital Cara Menjaga Informasi Pribadi di Dunia Online

By wpd_mgr_143
September 12, 2026 4 Min Read
0

WEBPEDIA  Jakarta, 12 September 2026  Privasi digital semakin menjadi perhatian seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di internet, mulai dari menggunakan media sosial, berbelanja, mengakses layanan perbankan hingga memakai kecerdasan buatan. Informasi seperti nama, alamat email, lokasi, nomor telepon, riwayat pencarian, kata sandi hingga data transaksi dapat dikumpulkan atau disalahgunakan apabila pengguna tidak memahami cara mengelolanya dengan aman.

Perkembangan teknologi membuat pertukaran informasi semakin cepat. Namun, kondisi tersebut juga memperluas risiko kebocoran data, pelacakan aktivitas, pencurian akun, phishing dan penyalahgunaan identitas.

Laporan Verizon Data Breach Investigations Report (DBIR) 2026 menunjukkan bahwa ancaman keamanan digital terus berubah. Sekitar 31 persen pelanggaran data yang dianalisis bermula dari eksploitasi kerentanan perangkat lunak. Verizon juga mencatat peningkatan risiko serangan rekayasa sosial melalui perangkat seluler serta keterlibatan pihak ketiga dalam insiden keamanan.

Karena itu, menjaga privasi digital tidak lagi hanya berarti menyembunyikan kata sandi. Pengguna juga perlu memahami data apa yang diberikan, kepada siapa data tersebut diberikan, serta bagaimana informasi itu dapat digunakan.

Apa Itu Privasi Digital?

Privasi digital adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan informasi pribadinya ketika menggunakan perangkat, aplikasi dan layanan berbasis internet.

Informasi tersebut dapat berupa data yang terlihat secara langsung maupun data yang dikumpulkan secara otomatis.

Beberapa contoh informasi pribadi meliputi:

  • nama dan tanggal lahir
  • nomor telepon dan alamat email
  • alamat tempat tinggal
  • username dan password
  • informasi rekening atau pembayaran
  • foto dan video
  • lokasi perangkat
  • riwayat pencarian
  • aktivitas pada aplikasi
  • alamat IP
  • data kesehatan
  • hingga kebiasaan pengguna ketika menjelajah internet.

Federal Trade Commission (FTC) menjelaskan bahwa berbagai aktivitas sehari-hari di internet dapat memberikan perusahaan informasi mengenai kebiasaan, preferensi dan aktivitas seseorang.

Website dan aplikasi juga dapat menggunakan teknologi pelacakan untuk mengetahui aktivitas pengguna. Teknologi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pengguna dapat melihat iklan yang disesuaikan dengan minat atau aktivitas sebelumnya.

Dengan demikian, privasi digital berkaitan dengan pertanyaan sederhana: siapa yang mengetahui informasi tentang kita dan bagaimana informasi tersebut digunakan?

Mengapa Privasi Digital Semakin Penting?

Privasi dan keamanan digital saling berkaitan.

Ketika informasi pribadi jatuh ke pihak yang tidak bertanggung jawab, data tersebut dapat digunakan untuk berbagai bentuk penyalahgunaan.

Misalnya, alamat email dan kata sandi yang bocor dapat digunakan untuk mencoba mengakses akun lain milik korban.

Nomor telepon dapat dimanfaatkan untuk mengirim pesan penipuan.

Sementara itu, informasi mengenai pekerjaan, keluarga atau aktivitas seseorang di media sosial dapat digunakan untuk membuat serangan phishing yang terlihat lebih meyakinkan.

Risikonya juga terus berkembang seiring penggunaan kecerdasan buatan.

Dalam DBIR 2026, Verizon melaporkan bahwa serangan rekayasa sosial berbasis percakapan melalui perangkat seluler menunjukkan tingkat keberhasilan sekitar 40 persen lebih tinggi dibandingkan phishing email tradisional dalam data yang dianalisis.

Serangan seperti ini dapat muncul melalui SMS, aplikasi pesan maupun panggilan suara.

Artinya, pengguna tidak hanya perlu berhati-hati terhadap email mencurigakan.

Era AI Membawa Tantangan Baru bagi Privasi

Kemunculan generative AI juga membawa persoalan baru mengenai pengelolaan informasi pribadi.

Pengguna kini dapat memasukkan teks, gambar, dokumen atau berbagai informasi lainnya ke dalam layanan AI.

Masalah muncul ketika informasi rahasia atau sensitif dimasukkan ke layanan yang tidak memiliki kebijakan penggunaan data yang dipahami pengguna.

Verizon mencatat penggunaan “shadow AI”, yaitu penggunaan alat AI yang tidak disetujui organisasi, meningkat dari 15 persen menjadi 45 persen karyawan dalam data DBIR 2026. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kebocoran informasi organisasi.

Prinsip yang sama dapat diterapkan oleh pengguna biasa.

Informasi seperti password, nomor kartu pembayaran, nomor identitas, dokumen perusahaan atau data pribadi sensitif sebaiknya tidak dimasukkan sembarangan ke layanan AI.

Kebocoran Data Tidak Selalu Berasal dari Pengguna

Menjaga privasi juga tidak sepenuhnya berada di tangan individu.

Data pengguna dapat tersimpan pada toko online, penyedia aplikasi, perusahaan teknologi, layanan pembayaran, institusi pendidikan maupun organisasi lainnya.

Inilah sebabnya keamanan pihak ketiga menjadi bagian penting dari privasi digital.

DBIR 2026 mencatat keterlibatan pihak ketiga terdapat pada sekitar 48 persen pelanggaran yang dianalisis, meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

Karena itu, pengguna sebaiknya mempertimbangkan reputasi dan kebijakan privasi sebuah layanan sebelum memberikan informasi sensitif.

Sementara bagi organisasi, National Institute of Standards and Technology (NIST) menempatkan privasi sebagai bagian dari manajemen risiko. Melalui NIST Privacy Framework, organisasi didorong untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko privasi sambil tetap mengembangkan produk serta layanan digital.

Cara Menjaga Informasi Pribadi di Dunia Online

Tidak ada metode yang dapat menjamin keamanan digital 100 persen. Namun, beberapa kebiasaan dapat membantu mengurangi risiko secara signifikan.

1. Batasi Informasi yang Dibagikan

Tidak semua informasi harus dipublikasikan.

Hindari membagikan alamat rumah, nomor telepon, dokumen identitas, tiket perjalanan atau informasi keuangan secara terbuka di media sosial.

Pengguna juga perlu berhati-hati terhadap foto yang tanpa disadari memperlihatkan dokumen, kartu identitas atau informasi pribadi lainnya.

Sebelum mengunggah sesuatu, pertimbangkan apakah informasi tersebut tetap aman apabila dilihat orang yang tidak dikenal.

2. Gunakan Password yang Berbeda untuk Setiap Akun

Menggunakan satu password untuk banyak layanan meningkatkan risiko.

Apabila satu layanan mengalami kebocoran, kombinasi email dan password yang sama dapat dicoba pada layanan lain.

CISA menyarankan p

Author

wpd_mgr_143

Follow Me
Other Articles
IP
Previous

IP Address  Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya di Balik Koneksi Internet

Webpedia Teknologi Digital
Next

Webpedia Teknologi Digital

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2026 — Webpedia. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme
Go to mobile version