Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Webpedia

Panduan Teknologi, Website, SEO & Digital

Webpedia

Panduan Teknologi, Website, SEO & Digital

  • Pusat Informasi Teknologi dan Dunia Digital
  • Perkembangan Aplikasi
  • Aplikasi
  • SEO
  • Teknologi Digital
  • Perkembangan Website
  • Digitalisasi
  • Pusat Informasi Teknologi dan Dunia Digital
  • Perkembangan Aplikasi
  • Aplikasi
  • SEO
  • Teknologi Digital
  • Perkembangan Website
  • Digitalisasi
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Mulai Konsultasi >>
Dampak teknologi digital terhadap masyarakat
Teknologi Digital

Dampak Teknologi Digital terhadap Masyarakat Peluang Semakin Luas, Tantangan Ikut Bertambah

By wpd_mgr_143
September 9, 2026 5 Min Read
0

JAKARTA, 9 September 2026  WEBPEDIA  Perkembangan teknologi digital terus mengubah cara masyarakat berkomunikasi, bekerja, belajar, berbelanja, dan memperoleh layanan. Internet, telepon pintar, kecerdasan buatan (AI), pembayaran digital, media sosial, serta berbagai layanan berbasis aplikasi kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di balik berbagai kemudahan tersebut, masyarakat juga menghadapi tantangan baru berupa kesenjangan akses, perubahan pola kerja, keamanan data, hingga dampak penggunaan teknologi terhadap kehidupan sosial.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa 77,63 persen penduduk Indonesia berusia lima tahun ke atas telah menggunakan internet dalam tiga bulan terakhir pada 2025. Data tersebut bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025.

Angka itu memperlihatkan bahwa teknologi digital bukan lagi sekadar fasilitas tambahan. Internet telah menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat, mulai dari mencari informasi dan berkomunikasi hingga menjalankan kegiatan ekonomi.

Akses Informasi dan Komunikasi Menjadi Lebih Cepat

Salah satu dampak teknologi digital yang paling mudah terlihat adalah perubahan dalam komunikasi. Jika sebelumnya komunikasi jarak jauh sangat bergantung pada telepon dan surat, kini pesan, foto, dokumen, serta video dapat dikirim dalam hitungan detik.

Media sosial dan aplikasi perpesanan juga memungkinkan masyarakat berkomunikasi dengan keluarga, teman, pelanggan, maupun rekan kerja tanpa dibatasi jarak geografis.

Perubahan serupa terjadi dalam pencarian informasi. Mesin pencari, portal berita, platform pendidikan, dan media sosial membuat informasi dapat diakses hampir setiap saat.

Secara global, International Telecommunication Union (ITU) memperkirakan sekitar 6 miliar orang atau 74 persen populasi dunia telah menggunakan internet pada 2025. Namun, sekitar 2,2 miliar orang masih belum terhubung ke internet.

Data tersebut menunjukkan bahwa teknologi digital berkembang sangat cepat, tetapi manfaatnya belum dirasakan secara merata.

Teknologi Digital Membuka Peluang Ekonomi Baru

Dampak besar lainnya terlihat dalam kegiatan ekonomi. Perdagangan elektronik, pembayaran digital, layanan keuangan berbasis aplikasi, serta pemasaran melalui media sosial membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk menjalankan usaha.

Pelaku usaha kecil, misalnya, dapat menawarkan produknya kepada konsumen di luar wilayah tempat tinggal tanpa harus membuka toko fisik.

Selain itu, berbagai pekerjaan baru muncul dalam bidang teknologi informasi, pemasaran digital, pengembangan aplikasi, analisis data, keamanan siber, desain, produksi konten, dan kecerdasan buatan.

Bank Dunia menyebut teknologi digital telah mengubah komunikasi, bisnis, kesehatan, pendidikan, keuangan, dan berbagai aktivitas lainnya. Lembaga tersebut juga menilai digitalisasi dapat menciptakan pekerjaan dan meningkatkan kehidupan masyarakat, meskipun kesenjangan digital tetap menjadi persoalan penting.

Perkembangan AI semakin mempercepat perubahan tersebut. Bank Dunia mencatat AI dapat membantu memperluas akses terhadap informasi, meningkatkan produktivitas, dan membuka pasar baru. Akan tetapi, manfaatnya masih sangat bergantung pada konektivitas, kapasitas komputasi, ketersediaan data, serta kemampuan digital masyarakat.

Dunia Kerja Mulai Berubah karena AI

Perubahan teknologi juga menimbulkan kekhawatiran mengenai masa depan pekerjaan.

International Labour Organization (ILO) dalam penelitian 2025 memperkirakan sekitar satu dari empat pekerja di dunia berada dalam pekerjaan yang memiliki tingkat paparan tertentu terhadap generative AI. Namun, ILO menilai sebagian besar pekerjaan lebih mungkin mengalami perubahan tugas daripada sepenuhnya digantikan teknologi.

Peneliti senior ILO Pawel Gmyrek menggambarkan perubahan tersebut sebagai “job transformation, not a job apocalypse”, atau transformasi pekerjaan, bukan hilangnya pekerjaan secara massal.

Kajian ILO yang diterbitkan pada Juni 2026 juga menemukan bahwa peningkatan produktivitas dari generative AI mulai terlihat, tetapi dampaknya belum merata. Risiko terbesar justru dapat muncul dalam bentuk meningkatnya kesenjangan keterampilan dan perubahan peluang kerja, khususnya bagi pekerja muda dan kelompok yang memiliki kemampuan digital terbatas.

Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi secara produktif menjadi semakin penting.

Pendidikan Menjadi Lebih Fleksibel

Teknologi digital juga membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan.

Materi pembelajaran sekarang dapat diperoleh melalui video, kelas daring, perpustakaan digital, aplikasi pendidikan, hingga platform berbasis kecerdasan buatan. Pelajar tidak selalu harus berada di ruang kelas untuk mendapatkan akses terhadap informasi dan materi pembelajaran.

Guru dan tenaga pendidikan juga dapat menggunakan teknologi untuk membuat materi yang lebih interaktif dan mengelola pembelajaran secara lebih efisien.

Namun, manfaat tersebut sangat dipengaruhi oleh ketersediaan internet, perangkat, dan kemampuan digital pengguna. Karena itu, kesenjangan teknologi dapat menyebabkan sebagian kelompok memperoleh manfaat pendidikan digital lebih besar dibandingkan kelompok lainnya.

Kesenjangan Digital Masih Menjadi Tantangan

Di tengah meningkatnya penggunaan internet, kesenjangan digital belum sepenuhnya hilang.

ITU melaporkan bahwa pada 2025 sekitar 94 persen penduduk di negara berpendapatan tinggi menggunakan internet, sementara di negara berpendapatan rendah angkanya hanya sekitar 23 persen. Penggunaan internet di wilayah perkotaan secara global juga mencapai sekitar 85 persen, lebih tinggi dibandingkan 58 persen di wilayah perdesaan.

Indonesia juga masih menghadapi tantangan dalam memastikan bahwa akses digital dapat dimanfaatkan secara produktif.

Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 yang diterbitkan Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat skor nasional sebesar 44,53 dari skala 100. Pilar infrastruktur dan ekosistem memperoleh skor 53,06, sementara pemberdayaan hanya mencapai 34,32.

Data tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur saja belum cukup. Masyarakat juga membutuhkan keterampilan agar teknologi dapat digunakan untuk pendidikan, pekerjaan, bisnis, dan aktivitas produktif lainnya.

Risiko Privasi, Penipuan, dan Informasi Tidak Akurat

Semakin banyak aktivitas berpindah ke ruang digital, semakin besar pula jumlah informasi pribadi yang disimpan atau dipertukarkan secara daring.

Nama, nomor telepon, lokasi, informasi rekening, foto, hingga dokumen dapat menjadi sasaran penyalahgunaan apabila pengguna tidak memiliki kesadaran keamanan yang memadai.

Masyarakat juga menghadapi risiko phishing, akun palsu, penipuan daring, pencurian identitas, hingga manipulasi informasi.

Kemunculan teknologi AI generatif bahkan membuat pembuatan gambar, suara, video, dan tulisan sintetis menjadi semakin mudah. Kondisi tersebut membuat kemampuan memeriksa sumber informasi menjadi semakin penting.

Literasi digital karena itu tidak hanya berarti mampu menggunakan perangkat. Pengguna juga perlu memahami keamanan akun, perlindungan data pribadi, serta cara membedakan informasi yang dapat dipercaya dan informasi yang menyesatkan.

Kehidupan Sosial Ikut Berubah

Media sosial dan platform digital membantu masyarakat menjaga hubungan, menemukan komunitas, serta mengekspresikan pendapat. Namun, penggunaan teknologi yang berlebihan juga dapat memengaruhi pola interaksi langsung.

Persoalan tersebut terutama menjadi perhatian pada anak dan remaja.

WHO Regional Office for Europe menyatakan bukti mengenai hubungan teknologi dan kesehatan mental anak muda masih bersifat campuran. Aktivitas digital dapat menghasilkan dampak positif maupun negatif, sementara kelompok yang lebih rentan cenderung mengalami dampak negatif lebih besar.

Karena itu, penggunaan teknologi perlu disertai keseimbangan antara aktivitas digital dan aktivitas di dunia nyata.

Teknologi Tetap Bergantung pada Cara Masyarakat Menggunakannya

Teknologi digital pada dasarnya merupakan alat. Dampaknya sangat bergantung pada bagaimana masyarakat, pemerintah, perusahaan, sekolah, dan institusi lainnya memanfaatkannya.

Jika digunakan secara tepat, teknologi dapat meningkatkan produktivitas, memperluas akses pendidikan, membuka lapangan pekerjaan, mempermudah komunikasi, serta membantu masyarakat memperoleh berbagai layanan.

Sebaliknya, perkembangan digital tanpa pemerataan akses, literasi, keamanan, dan perlindungan pengguna dapat memperbesar kesenjangan yang sudah ada.

Kesimpulan

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap masyarakat. Komunikasi menjadi lebih cepat, informasi semakin mudah diperoleh, kegiatan ekonomi berkembang, pendidikan menjadi lebih fleksibel, dan jenis pekerjaan baru terus bermunculan.

Namun, transformasi tersebut juga menghadirkan tantangan berupa kesenjangan digital, perubahan dunia kerja, keamanan data, penyebaran informasi tidak akurat, serta dampak sosial dari penggunaan teknologi.

Oleh karena itu, perkembangan teknologi perlu berjalan seiring dengan peningkatan literasi digital, keterampilan masyarakat, pemerataan akses internet, keamanan siber, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Dengan pendekatan tersebut, teknologi digital dapat menjadi sarana yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat, bukan justru memperbesar kesenjangan.

Author

wpd_mgr_143

Follow Me
Other Articles
teknologi-digital-dalam-pendidikan
Previous

Teknologi Digital Mengubah Pendidikan, AI dan Kelas Interaktif Perluas Cara Belajar

keamanan digital
Next

Apa Itu Keamanan Digital? Pengertian, Fungsi, dan Manfaatnya

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2026 — Webpedia. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme
Go to mobile version