Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Webpedia

Panduan Teknologi, Website, SEO & Digital

Webpedia

Panduan Teknologi, Website, SEO & Digital

  • Pusat Informasi Teknologi dan Dunia Digital
  • Perkembangan Aplikasi
  • Aplikasi
  • SEO
  • Teknologi Digital
  • Perkembangan Website
  • Digitalisasi
  • Pusat Informasi Teknologi dan Dunia Digital
  • Perkembangan Aplikasi
  • Aplikasi
  • SEO
  • Teknologi Digital
  • Perkembangan Website
  • Digitalisasi
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Mulai Konsultasi >>
cara meningkatkan keamanan akun online
Teknologi Digital

Cara Meningkatkan Keamanan Akun Online agar Terhindar dari Peretasan

By wpd_mgr_143
September 10, 2026 6 Min Read
0

WEBPEDIA  10 September 2026. Keamanan akun online semakin penting seiring bertambahnya penggunaan email, media sosial, layanan perbankan, aplikasi pesan, penyimpanan cloud, dan berbagai platform digital. Ancaman tidak hanya datang dari pencurian kata sandi, tetapi juga phishing, malware, kebocoran data, hingga penyalahgunaan izin aplikasi yang dapat membuka akses ke akun pengguna.

Karena itu, masyarakat perlu memahami bagaimana cara meningkatkan keamanan akun online, siapa saja yang berisiko menjadi sasaran, kapan perlindungan perlu diterapkan, di mana celah keamanan biasanya muncul, mengapa perlindungan tambahan dibutuhkan, dan bagaimana langkah pencegahannya dilakukan. Praktik ini sebaiknya diterapkan pada seluruh akun penting sejak pertama kali dibuat, bukan setelah terjadi insiden keamanan.

Informasi mengenai perkembangan teknologi, keamanan digital, aplikasi, serta internet juga dapat ditemukan melalui WEBPEDIA.

Ancaman terhadap Akun Online Terus Berkembang

Upaya mengambil alih akun tidak selalu dilakukan dengan menebak kata sandi. Penyerang dapat menggunakan berbagai metode, mulai dari phishing, halaman login palsu, malware pencuri informasi, kebocoran kredensial, hingga teknik credential stuffing.

Verizon dalam 2025 Data Breach Investigations Report (DBIR) menganalisis lebih dari 22.000 insiden keamanan dan 12.195 pelanggaran data yang telah dikonfirmasi. Laporan tersebut menemukan bahwa penyalahgunaan kredensial menjadi salah satu jalur masuk utama, mencakup sekitar 22% pelanggaran yang dianalisis.

Risiko phishing juga terus mengalami perkembangan. Pada 1 September 2026, FBI melalui Internet Crime Complaint Center (IC3) memperingatkan adanya aktivitas OAuth consent phishing. Dalam metode tersebut, korban dapat diarahkan untuk memberikan izin kepada aplikasi berbahaya sehingga penyerang memperoleh akses tertentu ke akun, bahkan tanpa harus mencuri kata sandi secara langsung.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keamanan akun tidak cukup hanya bergantung pada sebuah password.

1. Gunakan Password yang Panjang dan Berbeda untuk Setiap Akun

Langkah pertama adalah menghindari penggunaan kata sandi yang sama pada banyak layanan.

Ketika satu situs mengalami kebocoran data, kombinasi email dan password yang bocor dapat dicoba oleh pelaku pada platform lainnya. Serangan seperti ini dikenal sebagai credential stuffing.

NIST melalui pedoman autentikasi digital terbarunya menekankan pentingnya password yang panjang. Untuk autentikasi yang hanya mengandalkan password sebagai satu faktor, NIST menetapkan panjang minimum 15 karakter. NIST juga mendorong penggunaan password unik untuk setiap layanan.

Sebagai contoh, hindari password sederhana seperti:

webpedia123

atau menggunakan satu password yang sama untuk email, media sosial, dan rekening keuangan.

Sebaliknya, gunakan kata sandi panjang atau passphrase yang sulit ditebak. Password setiap akun juga harus berbeda.

2. Gunakan Password Manager

Menghafalkan puluhan password berbeda bukan perkara mudah. Oleh sebab itu, pengguna dapat mempertimbangkan password manager.

Password manager dapat membuat kata sandi acak, panjang, serta unik untuk setiap akun kemudian menyimpannya di dalam tempat penyimpanan terenkripsi. NIST menjelaskan bahwa penggunaan password manager dapat membantu pengguna menerapkan password unik tanpa harus mengingat semuanya secara manual.

Namun, akun utama password manager juga perlu diamankan. Gunakan kata sandi utama yang kuat dan aktifkan autentikasi multifaktor apabila tersedia.

3. Aktifkan Autentikasi Multifaktor atau MFA

Password yang kuat tetap dapat dicuri melalui phishing atau kebocoran data. Karena itu, langkah penting berikutnya adalah mengaktifkan Multi-Factor Authentication (MFA) atau autentikasi dua faktor.

MFA meminta verifikasi tambahan selain password. Bentuknya dapat berupa aplikasi autentikator, biometrik, security key, atau kode verifikasi.

NIST bahkan memberikan arahan sederhana:

“The first thing you should do is add multifactor authentication.”

Dengan MFA, seseorang yang berhasil memperoleh password belum tentu bisa masuk ke akun karena masih memerlukan faktor autentikasi tambahan.

CISA juga menyarankan penggunaan metode MFA yang tahan terhadap phishing apabila tersedia. Security key berbasis FIDO dan teknologi autentikasi serupa menawarkan perlindungan lebih kuat dibandingkan kode yang dikirim melalui SMS atau email.

4. Gunakan Passkey Jika Platform Mendukungnya

Selain MFA, semakin banyak layanan menyediakan passkey sebagai alternatif password.

Passkey menggunakan pasangan kunci kriptografi dan biasanya dikaitkan dengan perangkat pengguna. Login kemudian dapat dilakukan melalui PIN perangkat, sidik jari, atau pengenalan wajah.

Berbeda dengan password biasa, rahasia autentikasi utama tidak perlu diketik pada halaman website. Hal ini membuat metode berbasis passkey atau FIDO jauh lebih sulit dicuri melalui halaman phishing tradisional. NIST menyebut passkey sebagai salah satu teknologi yang dapat meningkatkan keamanan sekaligus membuat proses login lebih mudah.

Jika layanan penting seperti email menyediakan passkey, pengguna dapat mempertimbangkan untuk mengaktifkannya.

5. Jangan Langsung Mengklik Link Login dari Pesan

Phishing tetap menjadi salah satu ancaman terbesar bagi pengguna internet.

Pelaku dapat membuat pesan yang terlihat berasal dari bank, perusahaan teknologi, layanan pengiriman, marketplace, media sosial, bahkan lembaga pemerintah. Korban kemudian diarahkan menuju halaman login palsu.

FBI pada Juni 2026 juga memperingatkan tentang penggunaan sistem pengalihan lalu lintas berbahaya yang dapat membawa pengguna menuju website palsu atau halaman phishing. Korban dapat diarahkan melalui email phishing, iklan palsu, hasil pencarian yang dimanipulasi, hingga website yang telah disusupi.

Karena itu, apabila menerima pesan seperti:

“Account Anda akan dinonaktifkan. Login sekarang untuk melakukan verifikasi.”

jangan langsung menekan link.

Lebih aman membuka aplikasi resmi atau mengetik alamat situs secara manual melalui browser.

6. Periksa Alamat Website Sebelum Login

Tampilan website palsu dapat dibuat sangat mirip dengan situs asli. Logo, warna, formulir login, bahkan desain halaman dapat ditiru.

Namun, alamat domainnya biasanya berbeda.

Sebagai contoh, pengguna dapat menemukan nama domain yang memiliki tambahan huruf, karakter, subdomain aneh, atau ekstensi berbeda dari website sebenarnya.

FBI sebelumnya juga memperingatkan bahwa pelaku membuat domain tiruan dengan sedikit mengubah ejaan atau menggunakan ekstensi domain berbeda untuk mengumpulkan informasi pribadi korban.

Oleh sebab itu, selalu periksa nama domain sebelum memasukkan email, password, kode OTP, atau informasi finansial.

7. Jangan Memberikan OTP kepada Orang Lain

Kode OTP dan kode autentikasi bersifat rahasia.

Pihak resmi pada umumnya tidak membutuhkan pengguna untuk menyebutkan kode autentikasi kepada orang lain melalui telepon, pesan, atau layanan percakapan.

Pelaku penipuan terkadang sudah mengetahui password korban. Mereka kemudian berusaha memperoleh kode MFA dengan menyamar sebagai petugas layanan pelanggan.

Jika menerima kode login yang tidak pernah diminta, anggap hal tersebut sebagai tanda bahwa seseorang mungkin sedang mencoba masuk ke akun.

Segera periksa aktivitas login serta ubah password jika terdapat aktivitas mencurigakan.

8. Periksa Perangkat dan Sesi Login

Banyak layanan online menyediakan menu seperti:

Your Devices,
Active Sessions,
Login Activity, atau
Where You’re Logged In.

Menu tersebut dapat digunakan untuk melihat perangkat yang sedang memiliki akses ke akun.

Jika menemukan perangkat yang tidak dikenal, pengguna sebaiknya segera mengakhiri sesi tersebut. Setelah itu, ubah password dan periksa kembali pengaturan keamanan.

Langkah ini sangat penting terutama untuk email utama karena email sering digunakan untuk melakukan pemulihan password pada akun lain.

9. Periksa Aplikasi yang Memiliki Akses ke Akun

Pengguna juga perlu memperhatikan aplikasi pihak ketiga yang terhubung melalui fitur seperti Sign in with Google, Microsoft, Facebook, atau layanan identitas lainnya.

Tidak semua serangan membutuhkan password.

Peringatan FBI pada September 2026 mengenai OAuth consent phishing menunjukkan bagaimana korban dapat diarahkan untuk memberikan izin kepada aplikasi berbahaya. Aplikasi tersebut kemudian dapat memperoleh akses berdasarkan izin yang disetujui pengguna.

Karena itu, buka pengaturan keamanan akun secara berkala kemudian hapus aplikasi atau layanan pihak ketiga yang tidak dikenal atau tidak lagi digunakan.

10. Selalu Perbarui Sistem dan Aplikasi

Keamanan akun juga berkaitan dengan keamanan perangkat.

Browser, sistem operasi, aplikasi, dan perangkat lunak yang tidak diperbarui dapat memiliki celah keamanan yang sudah diketahui penyerang.

CISA memasukkan pembaruan perangkat lunak sebagai salah satu langkah dasar untuk meningkatkan keamanan saat menggunakan perangkat dan layanan online.

Aktifkan pembaruan otomatis apabila memungkinkan.

Selain itu, hindari memasang aplikasi dari sumber tidak dikenal karena malware pencuri informasi dapat mengambil cookie, password, atau data login yang tersimpan pada perangkat.

11. Prioritaskan Perlindungan pada Email Utama

Apabila hanya bisa meningkatkan keamanan beberapa akun terlebih dahulu, email utama sebaiknya menjadi salah satu prioritas.

Alasannya sederhana: banyak platform menggunakan email untuk mengirimkan link pemulihan password.

Jika email berhasil diambil alih, pelaku berpotensi mencoba melakukan reset password pada akun lain yang terhubung.

Gunakan password unik pada email, aktifkan MFA atau passkey, periksa sesi login, dan simpan metode pemulihan akun dengan aman.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Akun Diduga Dibobol?

Apabila muncul notifikasi login asing atau terdapat perubahan yang tidak dilakukan sendiri, pengguna perlu bertindak secepat mungkin.

Pertama, ganti password melalui perangkat yang dipercaya. Kemudian, keluarkan seluruh sesi yang tidak dikenal dan aktifkan MFA.

Selanjutnya, periksa alamat email pemulihan, nomor telepon, perangkat terpercaya, aplikasi pihak ketiga, serta aturan penerusan email apabila akun yang terdampak adalah layanan email.

Password yang sama pada akun lain juga perlu segera diganti.

Selain itu, jangan mengikuti petunjuk pemulihan akun dari seseorang yang menghubungi secara pribadi dan mengaku sebagai petugas. Gunakan hanya halaman atau aplikasi resmi dari penyedia layanan.

Keamanan Akun Membutuhkan Beberapa Lapisan Perlindungan

Tidak ada satu langkah yang dapat menjamin sebuah akun tidak akan pernah diserang. Namun, kombinasi beberapa lapisan keamanan dapat membuat upaya pengambilalihan akun jauh lebih sulit.

Password panjang dan unik tetap penting. Akan tetapi, perlindungan sebaiknya dilengkapi dengan password manager, MFA, passkey jika tersedia, pemeriksaan alamat website, pembaruan perangkat lunak, serta kewaspadaan terhadap phishing.

Perkembangan ancaman terbaru juga menunjukkan bahwa pengguna perlu memperhatikan bukan hanya siapa yang mengetahui password, tetapi juga perangkat, sesi login, dan aplikasi apa saja yang telah memperoleh izin untuk mengakses akun.

Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, masyarakat dapat menggunakan layanan digital dengan lebih aman sekaligus mengurangi risiko kehilangan data pribadi dan akses terhadap akun penting.

Untuk memperoleh informasi lain mengenai keamanan digital, teknologi, internet, aplikasi, website, dan perkembangan dunia digital, kunjungi WEBPEDIA – Pusat Informasi Teknologi dan Dunia Digital.

Author

wpd_mgr_143

Follow Me
Other Articles
dua cara untuk menjaga keamanan akun online dengan password dan 2FA
Previous

Sebutkan Dua Cara untuk Menjaga Keamanan Akun Online? Ini Langkah Utamanya

Keamanan Digital
Next

Cara Menjaga Keamanan Akun Online agar Tidak Mudah Diretas

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2026 — Webpedia. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme
Go to mobile version