Site icon Webpedia

Sebutkan Dua Cara untuk Menjaga Keamanan Akun Online? Ini Langkah Utamanya

dua cara untuk menjaga keamanan akun online dengan password dan 2FA

JAKARTA, 10 September 2026  WEBPEDIA  Akun online kini digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari email, media sosial, layanan perbankan, hingga penyimpanan data. Karena itu, pertanyaan “sebutkan dua cara untuk menjaga keamanan akun online” menjadi semakin penting. Dua langkah utama yang dapat dilakukan adalah menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun serta mengaktifkan autentikasi dua faktor atau multi-factor authentication (MFA).

Kedua langkah tersebut relatif mudah diterapkan oleh pengguna umum. Namun, manfaatnya cukup besar karena dapat mengurangi risiko akun diakses oleh pihak yang tidak berwenang.

Informasi lain mengenai perlindungan aktivitas di internet juga dapat dibaca melalui pembahasan keamanan digital di WEBPEDIA.

Mengapa Keamanan Akun Online Penting?

Penggunaan layanan digital terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Satu akun email, misalnya, sering terhubung dengan media sosial, layanan belanja, penyimpanan cloud, hingga akun pekerjaan.

Akibatnya, ketika satu akun berhasil diambil alih, penyerang berpotensi memperoleh akses ke layanan lainnya.

Ancaman juga tidak selalu berasal dari peretasan teknis yang rumit. Phishing, penggunaan ulang kata sandi, halaman login palsu, dan pencurian kredensial masih menjadi risiko yang perlu diperhatikan.

Microsoft menjelaskan bahwa penggunaan kata sandi yang sama di banyak layanan dapat meningkatkan risiko karena kata sandi yang bocor dari satu situs dapat digunakan untuk mencoba masuk ke akun lainnya.

Lalu, sebutkan dua cara untuk menjaga keamanan akun online yang paling mendasar? Berikut penjelasannya.

1. Gunakan Kata Sandi yang Kuat dan Berbeda untuk Setiap Akun

Cara pertama untuk menjaga keamanan akun online adalah membuat kata sandi yang kuat, panjang, dan unik.

Kata sandi sebaiknya tidak menggunakan informasi yang mudah ditebak. Nama sendiri, tanggal lahir, nomor telepon, nama pasangan, atau kombinasi angka sederhana seperti 123456 sebaiknya dihindari.

CISA merekomendasikan penggunaan kata sandi yang panjang dan unik untuk setiap akun. Panduannya menyebut kata sandi yang kuat dapat memiliki panjang setidaknya 16 karakter serta menggunakan kombinasi yang sulit ditebak atau rangkaian kata yang tidak saling berkaitan.

Jangan Gunakan Satu Password untuk Semua Akun

Salah satu kebiasaan yang meningkatkan risiko adalah memakai kata sandi yang sama untuk banyak layanan.

Sebagai contoh, seseorang menggunakan satu password untuk:

Jika kata sandi dari satu layanan mengalami kebocoran, pelaku dapat mencoba menggunakan kombinasi email dan password tersebut pada layanan lainnya. Metode serupa dikenal dalam keamanan siber sebagai credential stuffing.

Karena itu, setiap akun penting sebaiknya memiliki kata sandi yang berbeda.

Microsoft juga menyarankan pengguna agar tidak menggunakan kembali password pada akun lainnya.

Gunakan Password Manager Jika Sulit Mengingat Password

Memiliki password berbeda untuk banyak akun memang dapat menyulitkan pengguna.

Oleh karena itu, password manager dapat digunakan untuk membantu membuat dan menyimpan kata sandi yang panjang serta unik. Pengguna kemudian hanya perlu menjaga keamanan akses utama ke password manager tersebut.

Dengan metode ini, seseorang tidak perlu menggunakan pola password yang sama hanya karena lebih mudah diingat.

2. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor atau MFA

Cara kedua adalah mengaktifkan Two-Factor Authentication (2FA) atau Multi-Factor Authentication (MFA).

Sistem tersebut menambahkan proses verifikasi setelah pengguna memasukkan kata sandi.

Sebagai contoh, proses login dapat meminta:

Password + aplikasi autentikator

atau

Password + security key

atau bentuk verifikasi tambahan lain yang didukung oleh layanan.

Dengan demikian, mengetahui password saja belum tentu cukup untuk masuk ke akun.

Microsoft menjelaskan bahwa MFA membutuhkan metode verifikasi tambahan di luar username dan password sehingga seseorang yang memperoleh password masih harus melewati faktor keamanan berikutnya.

Google juga menjelaskan bahwa 2-Step Verification menambahkan langkah kedua ketika pengguna login sehingga password yang berhasil dicuri tidak langsung memberikan akses ke akun.

Mengapa MFA Sangat Penting?

Bayangkan seseorang secara tidak sengaja memasukkan username dan password ke sebuah halaman phishing.

Tanpa perlindungan tambahan, pelaku dapat mencoba menggunakan informasi tersebut untuk masuk ke akun korban.

Namun, jika MFA sudah aktif, terdapat lapisan autentikasi tambahan yang harus dilewati.

CISA menyatakan bahwa MFA membantu mempersulit pelaku ancaman mendapatkan akses ketika password atau PIN telah dikompromikan. Lembaga tersebut juga mendorong penggunaan metode MFA yang tahan terhadap phishing bila tersedia.

Dengan demikian, MFA dapat menjadi lapisan pertahanan penting di samping password.

Passkey Mulai Menjadi Alternatif Password

Selain password dan autentikasi dua faktor, perkembangan teknologi keamanan juga menghadirkan passkey.

Passkey memungkinkan pengguna login menggunakan metode seperti:

Google menjelaskan bahwa passkey merupakan alternatif terhadap password dan dirancang lebih tahan terhadap phishing karena kredensialnya tidak dapat diberikan begitu saja melalui situs login palsu seperti password biasa.

Meskipun demikian, ketersediaan passkey masih bergantung pada layanan serta perangkat yang digunakan.

Waspadai Phishing Meski Akun Sudah Dilindungi

Password kuat dan MFA bukan berarti pengguna dapat mengabaikan kewaspadaan.

Pesan phishing masih dapat mencoba memancing pengguna agar:

Karena itu, periksa alamat pengirim dan alamat situs sebelum memasukkan informasi akun.

CISA juga menganjurkan pengguna untuk memeriksa legitimasi pengirim email, berhati-hati terhadap pesan yang menciptakan rasa mendesak, serta memverifikasi tautan sebelum membukanya.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Ada Aktivitas Login Mencurigakan?

Apabila muncul pemberitahuan login yang tidak dikenal, pengguna sebaiknya segera memeriksa keamanan akun.

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain mengganti password, keluar dari perangkat yang tidak dikenal, memeriksa informasi pemulihan akun, serta mengaktifkan 2FA apabila sebelumnya belum digunakan.

Selain itu, jangan menyetujui notifikasi autentikasi yang muncul apabila Anda tidak sedang mencoba masuk.

Jika password yang sama pernah digunakan pada akun lain, password di akun tersebut juga sebaiknya segera diganti.

FAQ Seputar Keamanan Akun Online

Sebutkan dua cara untuk menjaga keamanan akun online?

Dua cara utama adalah menggunakan password yang kuat dan berbeda untuk setiap akun serta mengaktifkan autentikasi dua faktor atau MFA.

Apakah password panjang lebih aman?

Password panjang dan sulit ditebak umumnya memberikan perlindungan lebih baik. Namun, password juga harus unik dan tidak digunakan kembali untuk layanan lain.

Apakah 2FA membuat akun sepenuhnya aman?

Tidak ada metode yang menjamin keamanan secara mutlak. Akan tetapi, 2FA atau MFA memberikan lapisan keamanan tambahan sehingga password saja tidak selalu cukup untuk mengakses akun.

Apakah kode OTP boleh diberikan kepada orang lain?

Tidak. Kode OTP atau kode verifikasi sebaiknya tidak diberikan kepada pihak lain, termasuk seseorang yang mengaku sebagai petugas layanan.

Mana yang lebih penting, password kuat atau 2FA?

Keduanya sebaiknya digunakan bersama. Password yang kuat menjadi perlindungan awal, sedangkan 2FA atau MFA memberikan lapisan verifikasi tambahan.

Kesimpulan

Jadi, jika diminta sebutkan dua cara untuk menjaga keamanan akun online, jawabannya adalah menggunakan kata sandi yang kuat dan unik serta mengaktifkan autentikasi dua faktor atau MFA.

Kebiasaan sederhana tersebut dapat meningkatkan perlindungan terhadap berbagai risiko, terutama pencurian password dan akses akun tanpa izin.

Namun, keamanan akun juga memerlukan kewaspadaan pengguna. Hindari memasukkan data login melalui tautan yang mencurigakan, jangan membagikan kode verifikasi, dan selalu periksa aktivitas login yang tidak dikenal.

Untuk memperoleh informasi dan panduan lain mengenai teknologi, internet, website, aplikasi, serta keamanan digital, kunjungi WEBPEDIA.

Exit mobile version