Jakarta, 9 September 2026 — WEBPEDIA. Aktivitas masyarakat di internet terus meningkat, mulai dari menggunakan media sosial, berbelanja, bekerja, menyimpan dokumen hingga melakukan transaksi keuangan. Namun, di balik kemudahan tersebut, risiko pencurian data pribadi juga berkembang. Pengguna internet kini perlu melindungi informasi seperti nomor telepon, alamat email, kata sandi, identitas, data keuangan, hingga dokumen pribadi dengan menerapkan kebiasaan keamanan digital yang lebih baik.
Ancaman terhadap data pribadi tidak lagi hanya datang melalui email mencurigakan. Penjahat siber dapat memanfaatkan situs palsu, aplikasi berbahaya, pesan singkat, telepon, kebocoran kata sandi hingga celah keamanan pada perangkat lunak.
Karena itu, perlindungan data pribadi membutuhkan kombinasi antara teknologi keamanan, kewaspadaan pengguna, dan pengelolaan informasi yang tepat.
Ancaman terhadap Data Pribadi Terus Berkembang
Perkembangan teknologi membuat metode serangan siber semakin beragam. Laporan Verizon Data Breach Investigations Report 2026 menunjukkan bahwa eksploitasi kerentanan perangkat lunak menjadi titik awal sekitar 31 persen pelanggaran data yang dianalisis. Verizon juga mencatat keberhasilan serangan rekayasa sosial melalui perangkat seluler meningkat sekitar 40 persen dibandingkan phishing melalui email tradisional.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa ancaman keamanan digital tidak hanya berhubungan dengan kata sandi.
Pengguna juga harus memperhatikan pembaruan perangkat, keamanan aplikasi, pesan yang diterima melalui ponsel, serta izin akses yang diberikan kepada layanan digital.
Sementara itu, laporan IBM Cost of a Data Breach Report 2026 mencatat rata-rata biaya pelanggaran data secara global mencapai sekitar US$4,99 juta. IBM juga melaporkan peningkatan serangan yang didorong atau dibantu teknologi kecerdasan buatan.
Meskipun data tersebut banyak menggambarkan risiko yang dihadapi organisasi, pola serangan yang sama dapat memengaruhi pengguna individu. Akun pribadi yang berhasil diambil alih, misalnya, bisa digunakan untuk melakukan penipuan terhadap keluarga, teman, atau rekan kerja korban.
Kata Sandi Masih Menjadi Lapisan Pertahanan Penting
Salah satu langkah paling sederhana untuk melindungi data pribadi adalah menggunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun penting.
Menggunakan satu kata sandi untuk banyak layanan meningkatkan risiko. Jika informasi login dari satu layanan bocor, pelaku dapat mencoba kombinasi email dan kata sandi tersebut pada layanan lain.
Kata sandi sebaiknya panjang, sulit ditebak, dan tidak menggunakan informasi pribadi yang mudah ditemukan seperti nama, tanggal lahir, nomor telepon atau nama anggota keluarga.
Pengguna yang memiliki banyak akun juga dapat mempertimbangkan menggunakan password manager. Aplikasi tersebut membantu membuat dan menyimpan kata sandi unik sehingga pengguna tidak perlu mengingat seluruh kombinasi secara manual.
Aktifkan Autentikasi Dua Faktor
Selain kata sandi, pengguna disarankan mengaktifkan two-factor authentication (2FA) atau autentikasi dua faktor pada akun penting.
Dengan fitur tersebut, seseorang yang mengetahui kata sandi belum tentu dapat masuk ke akun karena masih membutuhkan faktor verifikasi tambahan.
Faktor kedua dapat berupa aplikasi autentikator, kode keamanan, perangkat terpercaya, security key, atau metode autentikasi lainnya.
Untuk akun yang menyimpan informasi sensitif seperti email utama, layanan perbankan, penyimpanan cloud dan akun bisnis, penggunaan autentikasi tambahan dapat memberikan perlindungan lebih kuat.
Passkey Mulai Menjadi Alternatif Password
Teknologi autentikasi juga berkembang.
Sejumlah platform mulai mendukung passkey sebagai alternatif atau pelengkap kata sandi. Sistem ini dapat menggunakan sidik jari, pengenalan wajah, PIN perangkat atau mekanisme keamanan perangkat lainnya untuk melakukan autentikasi.
Google menjelaskan bahwa passkey dirancang agar lebih tahan terhadap phishing karena kredensial tersebut tidak dapat diberikan kepada penipu dengan cara yang sama seperti pengguna mengetikkan kata sandi pada situs palsu.
Meskipun demikian, pengguna tetap harus menjaga keamanan perangkat yang digunakan untuk menyimpan passkey.
Jangan Mudah Mengklik Tautan dari Pesan Tidak Dikenal
Phishing masih menjadi salah satu metode yang digunakan untuk mencuri informasi pribadi.
Pelaku biasanya menyamar sebagai bank, marketplace, perusahaan pengiriman, institusi pemerintah, penyedia layanan digital atau bahkan orang yang dikenal korban.
Pesan dapat dibuat agar terlihat mendesak, misalnya:
- akun akan diblokir;
- paket gagal dikirim;
- transaksi mencurigakan ditemukan;
- pengguna memenangkan hadiah;
- pembayaran harus segera dilakukan;
- verifikasi akun diperlukan.
Tujuannya adalah membuat korban bertindak cepat tanpa memeriksa kebenaran informasi.
Jika menerima pesan seperti itu, pengguna sebaiknya tidak langsung membuka tautan. Buka aplikasi atau situs resmi secara langsung untuk memeriksa informasi.
Selain itu, jangan pernah memberikan password, PIN, kode OTP atau kode autentikasi kepada pihak lain.
Periksa Alamat Website Sebelum Memasukkan Data
Situs palsu dapat dibuat dengan tampilan yang hampir sama seperti situs resmi.
Perbedaannya terkadang hanya terlihat pada nama domain.
Sebelum memasukkan email, password, informasi kartu atau data identitas, periksa kembali alamat situs yang sedang dibuka.
Pengguna juga perlu berhati-hati terhadap nama domain yang memiliki salah ejaan, karakter tambahan, atau alamat yang sengaja dibuat menyerupai perusahaan terkenal.
Mengakses layanan melalui bookmark atau aplikasi resmi dapat membantu mengurangi risiko salah memasukkan informasi ke situs palsu.
Batasi Informasi Pribadi di Media Sosial
Jejak digital yang terlihat sederhana dapat memberikan banyak informasi kepada pelaku kejahatan.
Tanggal lahir, lokasi tempat tinggal, tempat kerja, nomor telepon, foto identitas, tiket perjalanan hingga foto kartu atau dokumen tertentu sebaiknya tidak dibagikan secara terbuka.
Informasi tersebut dapat dikumpulkan dan digunakan untuk melakukan rekayasa sosial atau menyusun profil korban.
Pengguna juga perlu memeriksa pengaturan privasi akun media sosial dan menentukan siapa yang dapat melihat unggahan, daftar teman, lokasi serta informasi profil.
Semakin sedikit informasi sensitif yang tersedia secara publik, semakin kecil pula informasi yang dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab.
Perhatikan Izin Aplikasi
Aplikasi sering meminta akses terhadap kamera, mikrofon, kontak, lokasi, foto atau penyimpanan perangkat.
Tidak semua izin tersebut selalu diperlukan.
Sebelum memberikan akses, pertimbangkan apakah izin sesuai dengan fungsi aplikasi.
Sebagai contoh, aplikasi kalkulator sederhana biasanya tidak membutuhkan akses terus-menerus terhadap daftar kontak atau lokasi pengguna.
Pengguna juga sebaiknya menghapus aplikasi yang sudah tidak digunakan serta mengunduh perangkat lunak melalui sumber resmi.
Selalu Perbarui Perangkat dan Aplikasi
Pembaruan perangkat lunak tidak hanya menghadirkan fitur baru.
Produsen sering menggunakan pembaruan untuk memperbaiki celah keamanan yang ditemukan pada sistem operasi, browser, aplikasi atau perangkat.
Temuan Verizon pada 2026 menunjukkan bahwa eksploitasi kerentanan perangkat lunak telah menjadi salah satu jalur utama yang digunakan dalam pelanggaran keamanan. Karena itu, menunda pembaruan terlalu lama dapat memperpanjang waktu sebuah perangkat berada dalam kondisi rentan.
Mengaktifkan pembaruan otomatis dapat membantu pengguna memperoleh perbaikan keamanan dengan lebih cepat.
Berhati-hati Menggunakan Wi-Fi Publik
Jaringan Wi-Fi publik dapat membantu ketika pengguna berada di hotel, restoran, bandara atau tempat umum.
Namun, jaringan tersebut sebaiknya tidak digunakan sembarangan untuk aktivitas yang melibatkan data sensitif.
Untuk transaksi penting, pengguna dapat mempertimbangkan jaringan seluler atau jaringan yang lebih terpercaya.
Jika tetap menggunakan jaringan publik, pastikan situs menggunakan koneksi terenkripsi dan hindari memasukkan informasi sensitif apabila keamanan jaringan tidak dapat dipastikan.
Lakukan Pemeriksaan Keamanan Akun Secara Berkala
Melindungi data pribadi juga membutuhkan pemeriksaan rutin.
Pengguna dapat melihat daftar perangkat yang pernah login ke akun, mencabut akses aplikasi yang tidak dikenal, memperbarui informasi pemulihan serta memeriksa aktivitas login mencurigakan.
Apabila menemukan perangkat yang tidak dikenal, segera keluarkan perangkat tersebut dari akun dan ubah kredensial keamanan.
Peringatan login melalui email atau aplikasi juga sebaiknya tidak diabaikan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Data Diduga Bocor?
Jika pengguna mencurigai password atau data akun telah diketahui pihak lain, tindakan sebaiknya dilakukan secepat mungkin.
Pertama, ubah kata sandi akun yang terdampak.
Selanjutnya, ganti kata sandi pada akun lain apabila sebelumnya menggunakan kombinasi yang sama.
Setelah itu, aktifkan autentikasi dua faktor, periksa perangkat yang terhubung dan keluarkan sesi yang tidak dikenal.
Untuk akun finansial, pengguna sebaiknya segera menghubungi penyedia layanan apabila terdapat aktivitas transaksi mencurigakan.
Pengguna juga perlu waspada terhadap serangan lanjutan. Data yang bocor dapat digunakan untuk mengirim phishing yang terlihat lebih meyakinkan karena pelaku telah mengetahui sebagian informasi mengenai korban.
Perlindungan Data Pribadi Juga Diatur dalam Hukum Indonesia
Indonesia memiliki Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).
Regulasi tersebut mengatur berbagai aspek pemrosesan data pribadi serta hak subjek data. Di sisi lain, pengendali data memiliki kewajiban untuk menjaga kerahasiaan, melindungi data dari pemrosesan tidak sah dan mencegah akses tanpa izin.
Dalam kasus kegagalan perlindungan data tertentu, UU PDP juga mengatur kewajiban pemberitahuan kepada subjek data dan lembaga terkait paling lambat 3 x 24 jam sesuai ketentuan dalam Pasal 46.
Keberadaan regulasi memberikan dasar hukum perlindungan data. Namun, pengguna tetap memiliki peran besar dalam menjaga keamanan informasi mereka sehari-hari.
Perlindungan Data Dimulai dari Kebiasaan Pengguna
Teknologi keamanan terus berkembang, tetapi tidak ada satu metode yang dapat memberikan perlindungan mutlak.
Ancaman dapat berasal dari kebocoran layanan digital, perangkat yang tidak diperbarui, password yang digunakan berulang hingga pengguna yang tidak sengaja menyerahkan informasi melalui phishing.
Oleh karena itu, perlindungan terbaik berasal dari beberapa lapisan keamanan sekaligus.
Menggunakan kata sandi unik, mengaktifkan autentikasi tambahan, memperbarui perangkat, membatasi informasi pribadi, memeriksa izin aplikasi dan berhati-hati terhadap pesan mencurigakan dapat mengurangi risiko secara signifikan.
Kesimpulan
Data pribadi telah menjadi bagian penting dari kehidupan digital. Informasi tersebut digunakan dalam komunikasi, pekerjaan, perbankan, perdagangan elektronik hingga berbagai layanan publik.
Seiring meningkatnya pemanfaatan internet, ancaman terhadap informasi pribadi juga semakin kompleks. Data terbaru Verizon dan IBM menunjukkan bahwa eksploitasi kerentanan, rekayasa sosial serta serangan yang dibantu teknologi AI menjadi bagian dari perubahan lanskap keamanan siber.
Karena itu, masyarakat tidak perlu menunggu sampai terjadi kebocoran untuk meningkatkan keamanan. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi pertahanan penting dalam melindungi identitas, akun dan informasi pribadi di internet.
WEBPEDIA — Pusat Informasi Teknologi dan Dunia Digital

